Ekologi dan Martabat Manusia: Menggugat Pembangunan Ekstraktif dan Krisis Nurani Bangsa

Authors

  • Latifa Mirzatika Al-Rosyid Universitas Muhammadiyah Jember

DOI:

https://doi.org/10.47651/mrf.v21i1.303

Keywords:

ecology, human dignity, extractive development, ecological ethics, ahmad syafii maarif

Abstract

Krisis ekologis di Indonesia mencerminkan persoalan moral akibat pembangunan ekstraktif yang mengabaikan keberlanjutan lingkungan dan keadilan antargenerasi. Artikel ini bertujuan mengkaji krisis tersebut melalui perspektif Ahmad Syafii Maarif dengan menempatkan moralitas publik, kemanusiaan, keadilan sosial, dan tanggung jawab etis sebagai kerangka etika ekologis. Pembahasan diperkaya oleh temuan penelitian teknik lingkungan mengenai pengolahan limbah dan fitoremediasi sebagai ilustrasi empiris. Artikel ini menunjukkan bahwa pemikiran Ahmad Syafii Maarif memberikan kontribusi konseptual dalam memahami krisis ekologis sebagai krisis nurani bangsa serta menegaskan bahwa pemulihan lingkungan memerlukan transformasi paradigma pembangunan yang mengintegrasikan inovasi teknologi, tanggung jawab moral, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Latifa Mirzatika Al-Rosyid, Universitas Muhammadiyah Jember

Dr. Ir. Latifa Mirzatika Al-Rosyid, S.T., M.T. merupakan dosen dan peneliti di bidang Teknik Lingkungan, dengan fokus kajian pengelolaan limbah, kualitas air, fitoremediasi, dan teknologi lingkungan berkelanjutan. Aktif meneliti isu pencemaran lingkungan dan pendekatan ekologis berbasis keberlanjutan.

References

Al-Rosyid, L. M., Santoso, I. B., Titah, H. S., Mangkoedihardjo, S., Trihadiningrum, Y., Hidayati, D. (2022). Correlation between BOD/COD Ratio and Octanol/Water Partition Coefficient for Mixture Organic Compounds. Toxicology International, 29(3), 329–337.

Al-Rosyid, L. M., Suhardi, D. (2024). Teknologi Fitoremediasi Limbah Laundry Menggunakan Tanaman Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dan Kayu Apu (Pistia stratiotes L.). Jurnal Profesi Insinyur Indonesia, 4(2), 1–9.

Al-Rosyid, L. M., Komarayanti, S., Arifin, P.R., Guritno, W. (2024). Bioremediation of fishery waste using water lettuce (Pistia stratiotes L.). Ecological Chemistry and Engineering S, 31(3), 329–338.

Al-Rosyid, L. M., Yuswantini, D. V., Komarayanti, S. (2025). Fitoremediasi Limbah Rumah Tangga dengan Pemanfaatan Tanaman Lidah Mertua (Sansevieria) dan Sirih Gading (Epiprenmum aureum). Jurnal Sains dan Teknologi, 1(2), 276–285.

Badan Riset dan Inovasi Nasional, “SIPSN 2024: 32% Sampah Terkelola Secara Resmi, Sisanya Masih Mengancam Lingkungan,” 8 Desember 2025, diakses pada 10 Mei 2026, dari https://brin.go.id/en/news/125994/sipsn-2024-32-of-waste-officially-processed-the-rest-still-threatens-the-environment

Capra, F. (1996). The web of life: A new scientific understanding of living systems. Anchor Books.

ICLEI Southeast Asia, “Yogyakarta Menargetkan Penyelesaian Krisis Sampah melalui Skema Pasar Karbon Paris Agreement Article 6,” 3 Desember 2024, diakses pada 2 Mei 2026, dari https://icleiseas.org/index.php/2024/12/03/yogyakarta-id-aiming-to-solve-waste-crisis-via-paris-agreement-article-6-carbon-markets/

International Water Association. (2023). Nature-based solutions for wastewater treatment. London, UK: IWA Publishing.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2024). Status lingkungan hidup Indonesia 2024. KLHK.

Leopold, A. (1949). A sand county almanac, and sketches here and there. New York: Oxford University Press.

Maarif, A. S. (2009). Islam dalam bingkai keindonesiaan dan kemanusiaan. Bandung: Mizan.

Maarif, A. S. (2014). Krisis Arab dan masa depan dunia Islam. Bandung: Mizan.

Maarif, A. S. (2019). Mencari autentisitas dalam dinamika zaman. Yogyakarta: IRCiSoD.

Metcalf, & Eddy. (2014). Wastewater engineering: Treatment and resource recovery. New York: McGraw-Hill Education.

Musawwa, M. M., Sarkawi, M., Arrunillah, D., Sazawa, K., Mohan, G., Kuramitz, H. (2026). Review of traditional batik wastewater treatment in Indonesia. Discover Environment, 4(18), 1–29.

Nasr, S. H. (2007). Man and nature: The spiritual crisis of modern man. Chicago: ABC International Group.

Reuters, “Indonesia Tinjau Kepatuhan Lingkungan yang Berpotensi Memengaruhi Produksi Tambang,” 29 November 2024, diakses pada 9 Mei 2026, dari https://www.reuters.com/markets/commodities/indonesia-review-compliance-move-that-could-affect-mine-output-official-says-2024-11-29/

Rezania, S., Taib, S. M., Md Din, M. F., Dahalan, F. A., & Kamyab, H. (2016). Comprehensive review on phytotechnology: Heavy metals removal by diverse aquatic plants species from wastewater. Journal of Hazardous Materials, 318, 587-599.

Sachs, J. D. (2015). The age of sustainable development. New York, NY: Columbia University Press.

Salim, E. (1986). Pembangunan berwawasan lingkungan. Jakarta: LP3ES.

Schlosberg, D. (2007). Defining environmental justice: Theories, movements, and nature. Oxford, UK: Oxford University Press.

Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, “Presiden Jokowi Terbitkan Instruksi Presiden tentang Penyediaan Air Minum dan Pengelolaan Air Limbah Domestik,” 1 Februari 2024, diakses pada 13 Mei 2026, dari https://setkab.go.id/en/president-jokowi-issues-presidential-instruction-on-drinking-water-domestic-wastewater-management/

Shiva, V. (2002). Water wars: Privatization, pollution and profit. Cambridge, MA: South End Press.

Shiva, V. (2005). Earth democracy: Justice, sustainability, and peace. Cambridge, MA: South End Press.

United Nations Environment Programme. (2024). Global environment outlook 2024. Nairobi, Kenya: UNEP.

Vymazal, J. (2018). Does clogging affect long-term removal of organics and suspended solids in gravel-based horizontal subsurface flow constructed wetlands? Chemical Engineering Journal, 331, 663-674.

World Health Organization. (2022). Guidelines for drinking-water quality. Geneva, Switzerland: WHO Press.

PlumX Metrics

Published

12-09-2026

How to Cite

Al-Rosyid, L. M. (2026). Ekologi dan Martabat Manusia: Menggugat Pembangunan Ekstraktif dan Krisis Nurani Bangsa. MAARIF, 21(1), 75–88. https://doi.org/10.47651/mrf.v21i1.303