Akar dan Ilmu: Merawat Bumi, Menyalakan Nurani

Ekologi dan Pendidikan sebagai Fondasi Kemanusiaan dalam Terang Pemikiran Ahmad Syafii Maarif

Authors

  • Editorial Team MAARIF Institute

DOI:

https://doi.org/10.47651/mrf.v21i1.304

Keywords:

Ekologi, Pendidikan, Ahmad Syafii Maarif

Abstract

Kita terbiasa membicarakan kerusakan lingkungan dan pendidikan sebagai dua krisis di dalam dua ruang yang terpisah. Kerusakan lingkungan dibahas di forum tata ruang dan perizinan tambang; problematika pendidikan dibahas di forum kurikulum dan angka keterserapan kerja. Padahal, keduanya tumbuh dari akar yang sama: cara pandang yang memperlakukan alam dan sesama manusia sebagai objek yang boleh dieksploitasi, bukan subjek bermartabat yang patut dirawat. Hutan diperlakukan sebagai stok komoditas; anak didik diperlakukan sebagai calon tenaga kerja. Logikanya kurang lebih sama, hanya objeknya yang berbeda.Maka dari itu, Jurnal MAARIF edisi ini akan membahas keduanya secara lebih mendalam dalam bentuk wawancara, artikel, cerpen dan puisi.

Naskah-naskah dalam edisi ini sebagian besar berasal dari peserta terseleksi Tadarus Pemikiran Ahmad Syafii Maarif yang berlangsung pada 18-19 Juni 2026, ditambah sebuah wawancara eksklusif dan karya sastra. Keragaman pendekatannya sengaja kami pertahankan alih-alih diseragamkan, sebab disitulah terlihat betapa lentur kerangka pemikiran Buya Syafii Maarif ketika dihadapkan pada persoalan hari ini. Satu hal yang perlu ditegaskan sejak awal: para penulis meminjam kerangka etis dan teologis Buya sebagai alat baca, bukan mengklaim bahwa isu-isu spesifik ini sudah termuat eksplisit dalam korpus pemikiran beliau. Kejujuran metodologis itu penting, baik demi ketepatan akademik maupun menghormati warisan pemikiran itu sendiri.

Downloads

Download data is not yet available.

References

.

PlumX Metrics

Published

15-09-2026

How to Cite

Team, E. (2026). Akar dan Ilmu: Merawat Bumi, Menyalakan Nurani: Ekologi dan Pendidikan sebagai Fondasi Kemanusiaan dalam Terang Pemikiran Ahmad Syafii Maarif. MAARIF, 21(1), 1–4. https://doi.org/10.47651/mrf.v21i1.304