Puisi-puisi Mutia Sukma

Authors

  • Mutia Sukma JBS - DI Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.47651/mrf.v21i1.310

Keywords:

Mutia Sukma

Abstract

Tak Ada Sawit di Dapurku

 

Di dapurku, aku ingin pohon-pohun tumbuh

tempat Orangutan, Kasuari, Cendrawasi tangkapan

akan kulepaskan

Aku ingin mengalirkan air ke sungai-sungai

tempat Harimau Sumatra minum

dan rombongan Gajah melintas tanpa diintai senapan

 

Aku ingin berhenti memasak di dapurku

jika minyaknya mengikis hutan-hutan

dan menghanyutkan rumah di kampung-kampung

 

Aku ingin berhenti memasak di atas tungku di dapurku

jika kualinya menampung tangis anak-anak di pengungsian,

sedih bapak yang menggali lumpur kering di halaman

 

Di dapurku, aku ingin hutan tumbuh sebagaimana mestinya

Aku memasak bukan dari tanah ulayat yang berubah kepemilikan

Aku memasak bukan dari minyak yang menjadi banjir di musim penghujan

Aku memasak tidak mengeluarkan asap

yang membuat anak-anak asma di musim kemarau

 

Dapurku adalah tanah pembebasan hamba sahaya

tempat pohonan tumbuh

burung-burung berumah

dan anak-anakku memanjat

setinggi-tingginya,

setinggi-tingginya.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Mutia Sukma, JBS - DI Yogyakarta

Mutia Sukma lahir 12 Mei 1988 di Kota Yogyakarta. Pendidikannya ditempuh di jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta dan Pascasarjana Ilmu Sastra Universitas Gadjah Mada. Buku puisinya yang telah terbit Pertanyaan-pertanyaan tentang Dunia, masuk daftar panjang Kusala Sastra Khatulistiwa 2017, Cinta dan Ingatan, masuk daftar pendek Kusala Sastra Khatulistiwa 2020, dan Harum Serbuk Tembok, masuk daftar panjang buku puisi terbaik Tempo 2025.  Puisinya terbit di Kalam, Kompas, Tempo, Jawa Pos, dll. Selain menulis ia juga mengajar, meneliti serta mengelola toko buku dan penerbitan JBS di Bantul, Yogyakarta.

References

.

PlumX Metrics

Published

15-09-2026

How to Cite

Sukma, M. (2026). Puisi-puisi Mutia Sukma. MAARIF, 21(1), 103–110. https://doi.org/10.47651/mrf.v21i1.310