Puisi-puisi Mutia Sukma
DOI:
https://doi.org/10.47651/mrf.v21i1.310Keywords:
Mutia SukmaAbstract
Tak Ada Sawit di Dapurku
Di dapurku, aku ingin pohon-pohun tumbuh
tempat Orangutan, Kasuari, Cendrawasi tangkapan
akan kulepaskan
Aku ingin mengalirkan air ke sungai-sungai
tempat Harimau Sumatra minum
dan rombongan Gajah melintas tanpa diintai senapan
Aku ingin berhenti memasak di dapurku
jika minyaknya mengikis hutan-hutan
dan menghanyutkan rumah di kampung-kampung
Aku ingin berhenti memasak di atas tungku di dapurku
jika kualinya menampung tangis anak-anak di pengungsian,
sedih bapak yang menggali lumpur kering di halaman
Di dapurku, aku ingin hutan tumbuh sebagaimana mestinya
Aku memasak bukan dari tanah ulayat yang berubah kepemilikan
Aku memasak bukan dari minyak yang menjadi banjir di musim penghujan
Aku memasak tidak mengeluarkan asap
yang membuat anak-anak asma di musim kemarau
Dapurku adalah tanah pembebasan hamba sahaya
tempat pohonan tumbuh
burung-burung berumah
dan anak-anakku memanjat
setinggi-tingginya,
setinggi-tingginya.
Downloads
References
.






