Agama, Sains, Dan Covid-19: Perspektif Sosial-Agama

  • M. Alkaf Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Keywords: agama, covid-19, sains, spritualitas

Abstract

Studi ini mengkaji hubungan agama, sains, dan Covid-19 dalam perspektif sosial-agama. Ada tiga pertanyaan utama dalam studi ini: (a) bagaimana titik perjumpaan dan pertengkaran antara agama dan sains itu berlangsung; (b) bagaimana respons dan perspektif agama terhadap wabah; dan (c) bagaimana kemampuan agama bertahan di tengah ancaman pandemi Covid-19. Studi menemukan bahwa selalu ada titik tengkar dan dialog antara sains dan agama. Lalu, doktrin agama juga memiliki pandangan bahwa wabah itu bisa jadi hukuman atau cobaan dari Tuhan sehingga menjadi anti sains, walau ada organisasi Muhammadiyah yang akrab dengan sains sehingga ikut memengaruhi landasan pemikiran keagamaan yang dibangunnya. Terakhir, agama diyakini dapat bertahan karena modal institusi dan tradisi spritualitas di tengah kuatnya Covid-19.

Author Biography

M. Alkaf, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Muhammad Alkaf, biasa disapa Bung Alkaf, alumnus Sekolah Kebudayaan dan Kemanusiaan Ahmad Sya fii Maarif Angkatan Pertama. Selain aktif menulis pada tema-tema politik, sejarah, agama dan kebudayaan, juga terlibat dalam aktivisme pada isu-isu kebudayaan, sosial dan keagamaan. Sekarang mengajar di IAIN Langsa, setelah sebelumnya di berbagai perguruan tinggi di Aceh, seperti Universitas Syiah Kuala dan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Beberapa tulisannya tersebar di jurnal dan media massa dan online. Tahun 2019 menerbitkan kumpulan esainya yang berjudul Nasionalisme dari Pinggir.

Published
2020-06-30