Respons Muhammadiyah Menghadapi Covid-19

  • Falahuddin Falahuddin UIN Mataram
Keywords: respons, muhammadiyah, covid-19

Abstract

Covid-19 telah menjadi wabah pandemi global. Virus tak kasat mata ini tidak hanya mengancam keselamatan jiwa manusia saja, tetapi juga telah memorakporandakan sektor ekonomi dan sosial secara luas. Untuk meminimalisir dampak Covid-19, semua kalangan dituntut untuk berperan aktif dan nyata dalam mengatasinya, termasuk Muhammadiyah. Dengan seluruh sumber daya yang dimiliki, Muhammadiyah telah berikhtiar secara maksimal untuk berkontribusi dalam penanganan Covid-19. Muhammadiyah telah membentuk semacam gugus tugas bernama Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) yang menjadi garda terdepan dalam penanggulangan Covid-19 di tanah air. Selain itu juga, Muhammadiyah mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah dalam menjalankan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penularan Covid-19, terutama terakit dengan pemberlakukan social/physical distancing.

Author Biography

Falahuddin Falahuddin, UIN Mataram

Falahuddin, adalah Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (2015-2020) dan staf pengajar Universitas Muhammadiyah Mataram. Menyelesaikan studi di Ma’had Aly Ilmu Fiqih dan Da’wah, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur (1995); Fakultas Agama Islam (S1) Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (2000); Program Pascasarjana (S2) Magister Hukum Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2004); dan program Pascasarjana (S3) Doktor Pendidikan Islam Multikultural UIN Mataram (2020). Aktif menulis dan menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan ilmiah, terutama tentang Muhammadiyah dan keislaman. Beberapa karya ilmiah yang telah diterbitkan adalah: Kuliah Fikih Ibadah, (Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LP2I) Universitas Muhammadiyah Mataram, 2014), Kuliah Kemuhammadiyahan: Muhammadiyah dalam Tinjauan Historis, Ideologis, Organisatoris dan Kiprah Gerakan (Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LP2I) Universitas Muhammadiyah Mataram, 2014), Metode Penemuan Hukum Islam Melalui Interpretasi Linguistik (Jurnal Ulul Albab Universitas Muhammadiyah Mataram, 2010), Nasikh Mansukh: Sebuah Metode Baru Penemuan Hukum Islam dalam perspektif Mahmoud M. Thaha (Jurnal Ulul Albab Universitas Muhammadiyah Mataram, 2009), dan “Pendekatan komprehensif-Integratif dalam Kajian Fikih Terorisme”, dalam Reformulasi Ajaran Islam: Jihad, Khilafah, dan Terorisme (Bandung: Mizan, 2017).

Published
2020-06-30