Keimanan Rasional dan Genius Spiritual: Upaya Mencari Titik Temu Kredo Agama dan Sains

Authors

  • Haqqul Yaqin UIN Sunan Ampel Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.47651/mrf.v15i1.82

Keywords:

sains, agama, subjektif, objektif, konvergensi, interface

Abstract

Sains yang berpusat pada rasio dan agama yang bertumpu pada iman lebih sering tampak berseberangan daripada bergandengan.Kaum sainstis merasa lebih superior dengan berbagai capaian ilmiahnya dan menuduh kaum agamawan sebagai kelompok tradisional yang irasional. Namun begitu, sejatinya dua komunitas tersebut sedang mendaki untuk mencapai kebenaran. Pokok persoalannya terletak pada munculnya determinisme kalangan sainstis akan metode ilmiah yang diyakini sebagai satu-satunya tuntutan yang dapat dipercaya untuk memperoleh kebenaran. Sementara di sisi lain, agama dengan klaim-klaimnya dianggap terlalu otoritatif dan cenderung meniadakan faktafakta riil, atau bahkan mendahului sains dalam melegitimasi suatu realitas. Namun begitu, di tengah perkembangan kehidupan sosial politik dan keagamaan, perbincangan urgensi dialektika dua kubu yang berseteru secara diametral tersebut, kini mulai mendapat momennya. Banyak kejadian-kejadian kontemporer yang mencoba mengambil manfaat dari seteru tersebut.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Haqqul Yaqin, UIN Sunan Ampel Surabaya

Haqqul Yaqin, Dosen Studi Agama-agama di Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya.

Published

2020-06-30

How to Cite

Yaqin, H. (2020). Keimanan Rasional dan Genius Spiritual: Upaya Mencari Titik Temu Kredo Agama dan Sains. MAARIF, 15(1), 153–167. https://doi.org/10.47651/mrf.v15i1.82