Menuju Pendidikan Berkeindonesiaan (Refleksi Pendidikan Masa Pandemi)

  • Hasibullah Satrawi Al-Azhar, Kairo, Mesir
Keywords: Pendidikan berkeindonesiaan, Covid-19, Kebijakan Pendidikan, Pendidikan Berkebudayaan

Abstract

Pendidikan Berke-Indonesia-an menjadi kebutuhan yang mendesak pada era seperti sekarang. Mengingat perkembangan teknologi yang ada acap membawa kebudayaan-kebudayaan baru yang tidak dikenal asal-usulnya. Namun demikian, kebudayaan-kebudayaan itu tiba-tiba viral dan pelan-pelan dijadikan sebagai  “Budaya Baru Indonesia”. Bila semua ini tidak diantisipasi, alih-alih menjadi negeri yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkeperibadian secara kebudayaan, Indonesia justru hanya menjadi landasan tempur bagi politik negeri orang lain, menjadi pasar bebas bagi ekonomi bangsa-bangsa lain dan menjadi penggemar kebudayaan bangsa-bangsa lain. Sedangkan politik nasional Indonesia justru terus cakar-cakaran antara satu kekuatan dengan kekuatan lain, distribusi ekonomi hanya menyebar di kalangan kelompok tertentu dan kebudayaan kita pun terpinggirkan dari pentas yang mewah menjadi budaya pinggiran dan bahkan hiburan jalanan. Tulisan ini ingin memotret ulang kebijakan pendidikan dengan menggali pemikiran-pemikiran cemerlang dari pendahulu yang disesuaikan dengan tantangan antarbangsa, antarnegara dan antarbudaya yang ada sekarang. Pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang tidak merata bisa dijadikan sebagai salah satu contoh dari kekurangan yang sangat terasa akibat Covid-19.  

Author Biography

Hasibullah Satrawi, Al-Azhar, Kairo, Mesir

Hasibullah Satrawi Penulis adalah alumni Al-Azhar, Kairo, Mesir. Pengamat politik Timur Tengah dan dunia Islam.

Published
2020-12-30