Merawat Kemanusiaan melalui Pendidikan: Refleksi atas Pemikiran Ahmad Syafii Maarif

Authors

  • Fikri Haikal Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Bantul

DOI:

https://doi.org/10.47651/mrf.v21i1.308

Keywords:

Ahmad Syafii Maarif, Pendidikan, Radikalisme, Teladan Moral

Abstract

Keteladanan moral dalam pendidikan bukan hanya persoalan individu, melainkan fondasi penting bagi lahirnya masyarakat yang lebih manusiawi. Tokoh-tokoh seperti Buya Syafii Maarif telah berhasil mempertemukan nilai-nilai keislaman dengan demokrasi, pluralisme, dan kemanusiaan universal. Dari sini terlihat bahwa pendidikan seharusnya melahirkan guru dan intelektual yang menjadikan agama sebagai instrumen pembebasan, bukan alat penindasan. Sebab, guru yang sejati bukan hanya mereka yang berhasil mencerdaskan murid, tetapi juga mereka yang mampu menyalakan nurani kemanusiaan dalam kehidupan sosialnya.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Fikri Haikal, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Bantul

Fikri Haikal adalah seorang akademisi lulusan Magister Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta asal Bima, merupakan seorang penulis produktif di bidang pendidikan dan keislaman yang juga aktif memimpin berbagai organisasi kemahasiswaan seperti PC IMM Bantul.

References

Al-Ali, M. R., dkk. (2025). “Mencegah Radikalisme Perspektif Pendidikan Islam.” Misykat Al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat, 8 (2).

Amirullah., Arifin, S., dan Sari, Z. (2022). “Humanistic Education In Islam: A Study of Ahmad Syafii Maarif’s Thoughts.” Muaddib: Studi Kependidikan dan Keislaman, 12 (02).

Aswanti, N. H., dan Isnaeni, W. (2023). “Analysis of Critical Thinking Skills, Cognitive Learning Outcomes, and Student Activities In Learning The Human Excretory System Using an Interactive Flipbook.” Reid (Research and Evaluation In Education), 9 (1).

Beck, H. L. (2018). “An Introduction to Ahmad Syafii Maarif: The Man and This Book.” In Islam, Humanity, and Indonesian Identity: Reflections On History. Belanda: Leiden University Press.

Crosen, J. (2025). “The Beautiful Struggle: A Counter-Narrative Study of African American Male School Leaders.” Northern Illinois University.

Daulay, H. P., dan Tobroni. (2016). “Islamic Education In Indonesia: A Historical Analysis of Development and Dynamics.” British Journal Of Education, 5 (13).

Davids, N. (2012). “A Reformed Islamic Education: Grounds for Revisiting Cosmopolitanism.” South African Journal of Higher Education, 26 (1).

Ender, T. (2019). “Counter-Narratives As Resistance: Creating Critical Social Studies Spaces with Communities.” The Journal of Social Studies Research, 43. https://www.Eejournals.Org.

Esqueda, V. (2018). “Leadership In Faith-Based Social Service Organizations.” San Bernardino: California State University.

Faruq, U., dan Cholily, N. (2022). “Ahmad Syafii Maarif dan Model Interpretasi Al-Qur’an Kontekstual.” Mutawatir: Jurnal Keilmuan Hadith, 11 (10).

Fauzy, D. N., Haikal, F., dan Al Farizi, A. R. B. (2024). “Pendidikan Damai yang Membumi: Sintesis Konseptual Visi Keislaman Ahmad Syafii Maarif dan Teori Perdamaian Positif Johan Galtung.” Pundi: Journal of Edu Activist, 1 (1).

Fetriana, Y. E., dan Hernawati, L. (2026). “The Relationship Between Self Efficacy and Family Social Support On The Psychological Well-Being of Honorary Teachers.” Eduvest – Journal of Universal Studies, 6 (2).

Freire, P. (2000). Pedagogy of The Oppressed. Edisi Ke-3. New York: Continuum / Bloomsbury Academic.

Giroux, H. A. (2020). On Critical Pedagogy. London: Bloomsbury Publishing Plc.

Hanafi, I. (2008). “Pendidikan Islam sebagai Paradigma Pembebasan: Sebuah Telaah atas Pemikiran Paulo Friere.” Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman, 7 (2).

Hannam, P., dan May, C. (2022). “Religious Education and Social Justice: Reflections On an Approach to Teaching Religious Education.” Journal of Religious Education, 70 (3).

Haq, M. Z. (2025). “The Humanist Islam Concept In Ahmad Syafii Maarif’s Thought and Its Relevance to Indonesian Identity In The Post-Reform Era.” Integritas Terbuka: Peace and Interfaith Studies, 4 (1).

Haqqi, dkk. (2025). Moderasi Beragama dan Solusi Kebangsaan. Yogyakarta: Mata Kata Inspirasi.

Ilmiah, R., dan Kadi. (2025). “A Critical Analysis of The Religious Moderation Policy In Islamic Education: Resistance and Symbolic Violence In Educational Institutions.” Journal of Da’wah and Social Development, 16 (01).

J. Mark Halstead. (2007). “Islamic Values: A Distinctive Framework for Moral Education?” Journal of Moral Education, 36 (3).

Kholis, N. (2025). “Pedagogical Practices and Their Impact On Critical Thinking Skills In Indonesian Islamic Higher Education.” Eduprof : Islamic Education Journal, 7 (1).

Kim, H. (2005). “‘Neo-Modernism’ In A ‘Modern’ Islamic Organization, Muhammadiyah: A Preliminary Note.” A Paper Presented At The 4th International Symposium of The Journal, Antropologi Indonesia. Depok.

Kristanto, dkk. (2025). “Rehabilitasi Pendidikan Indonesia melalui Konsep Pendidikan Humanisme Ki Hajar Dewantara.” Jurnal Ketopong Pendidikan, 5 (1).

Lim, M. (2013). “The Internet and Everyday Life In Indonesia: A New Moral Panic?” Bijdragen Tot De Taal-, Land- En Volkenkunde, 169 (1).

Mappiasse, S. (2014). “Education Reform In Indonesia: Limits of Neoliberalism In A Weak State.” University Of Hawai’i.

Masudi, K. A. (2024). “Ethics In Education: Teaching Moral And Ethical Decision-Making.” Eurasian Experiment Journal of Arts and Management, 5 (3).

Moh. Azmy Ammar, M. A., Kurnianto, R., dan Syam, A. R. (2025). “Nilai-Nilai Humanisme Islam: Studi Komparasi Pemikiran Buya Syafii Maarif dan Nurcholish Madjid Serta Relevansinya terhadap Pendidikan Islam di Indonesia.” Integrative Perspectives of Social and Science Journal (IPSSJ), 2 (1).

Mu’ti, A. (2025). Reformasi Sistem Pendidikan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045: Kompilasi Pidato Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Jakarta: Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Ngatilah. (2025). “Peran Bahasa Jawa dalam Membentuk Karakter Anak.” Dalam Menembus Batas Antologi Esai dan Feature Diseminasi Gerakan Literasi Nasional. Yogyakarta: Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta.

Nussbaum, M. C. (2024). Not For Why Democracy Needs The Humanities Profit. Princeton: Princeton University Press.

Patterson, C. H. (1977). “Carl Rogers and Humanistic Education.” In Foundations For A Theory of Instruction and Educational Psychology. New York: Harper & Row.

Prasetyono, E. (2024). Fusi Horizon: Hermeneutika Hans-Georg Gadamer Bagi Dialog Antarbudaya. Yogyakarta: PT Kanisius.

Pratomo, H. W. (2025). “Integrating Religious Education Into Public Policy for Social Inclusion: A Comparative Analysis of Indonesia, Canada, and The United Kingdom.” Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 14 (04).

Purwanto, E., dan Kristiawan, S. (2025). “Christian Education and Social Justice: Pursuing Shalom In The Public Sphere.” In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi, 5 (4).

Qodir, Z. (2013). “Deradikalisasi Islam dalam Perspektif Pendidikan Agama.” Jurnal Pendidikan Islam, 2 (1).

Qodir, Z., dan Nashir, H. (2019). “Islamity, Humanity, Indonesianity, and Culture: A Comparative Study On Ahmad Syafii Maarif, Nurcholis Madjid, and Abdurrahman Wahid.” Afkaruna, 15 (2).

Qorib, M. (2012). “Pemikiran Ahmad Syafii Maarif Tentang Pluralisme Agama.” Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.

Rahman, F. (1982). Islam and Modernity: Transformation of An Intellectual Tradition. Chicago: The University of Chicago Press.

Raihani. (2012). “Islamic Schools and Social Justice In Indonesia: A Student Perspective.” Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 50 (2).

Saputra, R., Putra, R., dan Putri, E. W. (2021). “Moderasi Islam Ahmad Syafii Maarif (Kontribusinya terhadap Pluralitas Agama di Indonesia).” Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan, 9 (1).

Sujono, I. (2023). “Konsep Pendidikan Islam Ideal Menurut Ahmad Syafii Maarif.” Metro: Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro.

Suratno. (2011). “The Flowering of Islamic Thought: Liberal-Progressive Discourse and Activism In Contemporary Indonesia.” Irasec’s Discussion Papers.

Yaqin, A., dan Taufikin. (2023). “The Relevance of Fazlur Rahman’s Concept of Education to The Independent Learning Curriculum.” International Journal of Social Science Humanity & Management Research, 2 (12).

PlumX Metrics

Published

15-09-2026

How to Cite

Haikal, F. (2026). Merawat Kemanusiaan melalui Pendidikan: Refleksi atas Pemikiran Ahmad Syafii Maarif. MAARIF, 21(1), 57–74. https://doi.org/10.47651/mrf.v21i1.308