Sayap Moderasi Muhammadiyah, Progresif-Dinamis untuk Indonesia (Berke)Maju(An)

  • Benni Setiawan Universitas Negeri Yogyakarta
Keywords: Teologi al-Maun,, Teologi al-Ashr,, Kontekstual,, Amal Usaha,, Moderat,

Abstract

Tulisan ini membahas tentang peran dan posisi Muhammadiyah dalam upaya moderasi keberagamaan di Indonesia. Muhammadiyah sebagai organisasi massa terbesar di Indonesia mempunyai peran signifikan dalam proses itu. Proses moderasi itu dapat dilakukan oleh Muhammadiyah karena Persyarikatan mempunyai fondasi ideologi reformis, moderat, pandangan Islam yang berkemajuan, potensi sumber daya manusia, amal usaha, dan jaringan yang dimiliki. Teologi al-Maun dan al-Ashr menjadi dasar utama Muhammadiyah dalam mencerahkan peradaban bangsa. Peradaban bangsa kian utuh dan teguh saat Muhammadiyah senantiasa berkontribusi positif terhadap Negara melalui sumber daya kader yang mumpuni, peran serta amal usaha Muhammadiyah, dan jejaring sosial yang solid. Selain itu sayap moderasi Muhammadiyah kian kukuh karena organisasi yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan ini senantiasa adaptif terhadap persoalan dan potensi lokal. Kontekstualisasi Muhammadiyah inilah yang memberi warna sekaligus solusi bagi masalah keumatan. Konteks lokal yang membangkitkan spirit tajdid sebagai ciri utama Muhammadiyah

Author Biography

Benni Setiawan, Universitas Negeri Yogyakarta

Benni Setiawan, Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan P-MKU Universitas Negeri Yogyakarta, Peneliti Maarif Institute.

Published
2019-12-30