Muhammadiyah dan Arus Radikalisme

  • Amanah Nurish Universitas Indonesia
Keywords: Muhammadiyah, Ormas,, Gerakan Pembaharuan

Abstract

Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah selalu menghadapi berbagai tantangan yang berlapis-lapis sejak masa kolonial, paska kemerdekaan, di masa rezim Orde Lama maupun Orde Baru, hingga reformasi. Pasca reformasi, Muhammadiyah semakin lebih banyak dikaji dan hal ini dikaitkan dengan fenomena gerakan radikalisme di Indonesia yang mulai tumbuh sumbur. Inti dari makalah ini ingin menguji kembali tentang bagaimana pertahanan Muhammadiyah dalam menangkal isu-isu radikalisme keagamaan yang sering dialamatkan kepada kelompok modernis ini. Kedua, mengapa ingatan bersama (collective memory) mengenai politik sektarianisme hingga isu ekstremisme seringkali dikaitkan dengan sempalan Muhammadiyah. Faktanya, hal ini sulit disangkal terkait sejarah masa lalu mengenai percaturan politik di Indonesian yang pernah melibatkan tokoh-tokoh agama, salah satunya dari Muhammadiyah. Sedangkan di sisi lain Muhammadiyah mempunyai andil yang cukup besar terhadap dunia pendidikan, kesehatan, dan ekonomi baik pada masyarakat urban maupun pedesaan. Fragmentasi dan polarisasi di dalam tubuh Muhammadiyah sendiri mengalami penggelembungan yang luar biasa sejak satu dekade ini; yakni Muhammadiyah yang moderat dengan gaya berfikir inklusif dan Muhammadiyah yang konservatif hingga cenderung fundamentalis. Sebenarnya hal ini juga terjadi dalam organisasi Islam tradisionalis seperti NU (Nahdlatul Ulama). Maka dengan demikian, penulis mencoba bermaksud menelusuri kembali bagaimana pengalaman Muhammadiyah sebagai organisasi Islam moderat dengan spirit Pancasila dalam menghadapi arus radikalisme.

Author Biography

Amanah Nurish, Universitas Indonesia

Amanah Nurish, Dosen dan peneliti di bidang antropologi agama. Saat ini aktif mengajar di Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) Salemba– Jakarta. Beberapa karyanya terbit dalam bentuk buku, jurnal, dan artikel baik di level nasional maupun internasional di antaranya: Agama Jawa: Separuh Abad Pasca-Clifford Geertz (LKiS, 2019), Dari Fanatisme ke Ekstremisme: Ilusi, Kecemasan, dan Tindakan Kekerasan (LIPI, 2019), Hadramis Community in Banyuwangi: Religious and Cultural Embodiment (LIPI,2018). Linkages Between Corruptionand Violent Extremism: Indonesian Case Studies (UNDP, 2018). Ahmadiyah: Konflik, Kebangsaan, dan Kemanusiaan (ISAIs,2018). Quo Vadis FPI Dalam Aksi Bela Islam (Maarif Institute, 2017), Shi’ite and The Birth of Baha’i Faith In Iran (ISASU, Kyoto University, 2016), Climate Change, Fragility, and Conflict (USAID, 2016). The Meta-Narrative of Peasant Religious Conversion: A Case Study in Baha’is Community in Thailand (EnArche, 2016), Perjumpaan Baha’i Dan Syiah Di Asia Tenggara: Paradoks Munculnya Imam Mahdi Di Abad Modern (Maarif Institute, 2015), Welcoming Baha’i: ‘New Official Religion’ In Indonesia (The Jakarta Post, 2014), When Predator of Children Teach at Urban School (ColomboTelegraph, Sri Lanka, 2014), dll. Email: amnurish@gmail.com, amanah11@ui.ac.id

Published
2019-12-30