Muhammadiyah dan Politik: Landasan Ideologi Bagi Artikulasi Konstruktif

  • Pramono U. Tanthowi Komisioner KPU RI (2017-2019)
Keywords: Muhammadiyah,, Reformasi,, Politik Elektoral,, Orde Baru,

Abstract

Selama era reformasi, muncul beberapa kecenderungan perilaku politik baru yang menuntut Muhammadiyah untuk melakukan reorientasi pada sisi pemikiran politik. Ini menunjukkan bahwa sejak awal Muhammadiyah telah menegaskan sikapnya sebagai gerakan sosial keagamaan yang memilih strategi non-politik. Namun di sisi lain reformasi telah membuka peluang bagi setiap kekuatan politik untuk berkontestasi dan memperjuangkan kepentingannya melalui proses demokratis. Perbedaan pandangan tentang bagaimana Muhammadiyah terlibat dalam politik kekuasaan bukanlah sesuatu yang baru. Tulisan ini ingin menjelaskan bahwa Muhammadiyah merupakan salah satu komponen bangsa yang memiliki posisi dan peran yang sangat strategis. Muhammadiyah dapat memainkan peran politik sebagai kekuatan politik yang ikut memengaruhi proses politik nasional secara signifikan, tanpa harus mengubah jati dirinya menjadi organisasi partai politik.

Author Biography

Pramono U. Tanthowi, Komisioner KPU RI (2017-2019)

Pramono U. Tanthowi, Komisioner KPU RI (2017-2019), Mantan Wakil Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah (2015- 2020), dan mendapatkan gelar MA dalam Ilmu Politik dari University of Hawaii at Manoa, AS (2008).

Published
2019-12-30