Pesan Instan Muslimah Kelas Menengah Baru: Studi Identitas Islam di Group Whatsapp “Islam”

  • Subkhi Ridho Lembaga Studi Islam dan Politik (LSIP) Yogyakarta
Keywords: muslimah, pengajian, WhatsApp, kelas menengah, identitas, representasi, wacana

Abstract

Di Era posmodern, masyarakat memproduksi ribuan pesan dalam jumlah yang sangat besar. Peningkatan tersebut terjadi akibat keberadaan internet yang jangkauannya hingga ke berbagai wilayah. Tulisan ini melakukan observasi mengenai wacana di tiga grup WhatsApp jamaah pengajian yaitu Pengajian Medina, Pengajian Safina, dan Pengajian al-Hijrah yang anggota-anggotanya berasal dari kelompok perempuan kelas menengah Muslim di kota Yogyakarta. Rata-rata anggota jamaah pengajian ini merupakan representasi dari perempuan kelas menengah Muslim yang kuat secara ekonomi dan kalangan terpelajar. Tulisan ini mengelaborasi pandangan mereka dan praktik mereka

sebagai Muslim kota di media WhatssApp. Selain itu juga berusaha memahami konstelasi pandangan perempuan kelas menengah Muslim kota kaitannya dengan serangkaian demonstrasi yang menggunakan identitas Islam, seperti Aksi Bela Islam 411, dan 212.

Author Biography

Subkhi Ridho, Lembaga Studi Islam dan Politik (LSIP) Yogyakarta

Adalah aktivis muda Muhammadiyah. Direktur Eksekutif Lembaga Studi Islam dan Politik (LSIP) Yogyakarta.  Mengajar mata kuliah Media &  Religi, Komunikasi Politik, serta Civic Education di Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Associate Researcher di Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) Jakarta. Ia konsen pada demokrasi, pluralisme, multikulturalisme, radikalisme di media sosial. Selain itu ia juga pegiat Kader Bangsa Fellowship Program (KBFP) serta kolaborator antara civil society dengan pemerintah dan para pelaku dunia usaha demi mewujudkan Indonesia emas pada 2045.

Published
2018-06-20