Refleksi Pendidikan Pancasila, Dar al-Ahdi Wa al-Syahada, dan Islam Wasathiyah; Daya Laku (Agensi) dan Paradigma Orang Muda

Authors

  • Yulianti Muthmainnah Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.47651/mrf.v16i1.137

Keywords:

Pancasila, daya laku (agensi), moderasi beragama, gender, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan

Abstract

Muhammadiyah, organisasi keagamaan modern terbesar di Indonesia—dan dunia—berkontribusi besar dalam pembentukan negara bangsa Indonesia, termasuk perumusan Pancasila. Melalui konsep Dar al-Ahdi Wa al-Syahada, Muhammadiyah bersepakat pada ideologi Pancasila. Salah satu implementasi, penetrasi nilai-nilai Pancasila tercermin dalam mata kuliah Pendidikan Pancasila yang diintegrasikan dengan mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), salah satunya Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta. Penelitian ini mengkaji paradigma orang muda (mahasiswi/a) terhadap Pancasila, potensi mereka sebagai daya laku (agensi) untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang berperspektif Islam dan gender untuk moderasi beragama. Metode penelitian observasi selama pembelajaran, diskusi terfokus, dan narasi mahasiswi/a dari tugas individu. Hasil penelitian menunjukkan ketidaktahuan orang muda akan kontribusi Muhammadiyah dalam penyusunan Pancasila dan pembentukan negara bangsa Indonesia karena tidak disebutkan dalam buku-buku Pendidikan Pancasila. Mereka setuju Pancasila senafas dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam, serta kesiapan orang muda sebagai daya laku (agensi) nilai-nilai Pancasila, moderasi beragama untuk orang muda.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Yulianti Muthmainnah, Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Jakarta

Adalah dosen di Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Jakarta dan Kepala Pusat Studi Islam, Perempuan, dan Pembangunan (PSIPP) ITB Ahmad Dahlan Jakarta. Ia juga Anggota Majelis Ulama Indonesia Komisi Hukum dan HAM (2020–2025), Anggota Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (2015– 2022), Koordinator Bidang Kehidupan Sosial yang Sehat, Forum Kota Sehat Tangerang Selatan (2020–2023), Ketua Komunitas ‘Aisyiyah ITB Ahmad Dahlan Jakarta (sekarang), Dewan Pengarah Lembaga Perdamaian Indonesia (LPI), Peneliti di Ma’arif Institute, aktif di Jaringan Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM), dan Jaringan Intelektual Berkemajuan (JIB). Mendapatkan penghargaan ‘Tiga Satria Pantang Menyerah’ dari Provider 3 dan LazisMu, 2011. Lalu ‘21 Women of Dialogue That You Should Know in the 21th Century’ dari KAICIID, 2018. Dan ‘Women Unlimited’, Hivos 2016. Yuli tumbuh, berkembang, dan beraktivitas pada isu perempuan sejak tahun 2002. Dan menghabiskan sebagian besar waktunya bekerja pada organisasi perempuan, melakukan pendampingan dan advokasi bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Published

2021-08-31

How to Cite

Muthmainnah, Y. . (2021). Refleksi Pendidikan Pancasila, Dar al-Ahdi Wa al-Syahada, dan Islam Wasathiyah; Daya Laku (Agensi) dan Paradigma Orang Muda. MAARIF, 16(1), 118–140. https://doi.org/10.47651/mrf.v16i1.137