Pada Mulanya Ayah, Lalu Buya, Kemudian Iqbal, Akhirnya W.s. Rendra

Authors

  • David Krisna Alka Lembaga Seni dan Budaya Muhammadiyah

DOI:

https://doi.org/10.47651/mrf.v18i2.230

Keywords:

Buya, culturalist, art, literature, Iqbal, Rendra

Abstract

In particular, there has been no particular study that thoroughly explores the traces of Ahmad Syafii Maarif’s (Buya Syafii) thought in the cultural realm. As the title of this journal suggests, it seems like an attempt to look at Buya Syafii’s cultural road map. However, in fact, all of Buya’s thoughts and ways of life were culture itself, humans and humanity in their manners and civilisation. This paper presents the author’s intention to trace the path of Buya’s association with culturalists, his views and admiration for their works, thoughts and cultural movements. It starts with Buya’s association with Pakistani poets, Muhammad Iqbal, and Rendra.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

David Krisna Alka, Lembaga Seni dan Budaya Muhammadiyah

David Krisna Alka, alumni SMA Plus INS Kayutanam, Sumatra Barat. Di sekolah ini ia banyak belajar mengenai dunia sastra dan pertunjukan teater, di antaranya, bersama sastrawan Irman Syah, Adri Sandra, Yusril, budayawan ternama A.A. Navis dan Wisran Hadi. Setelah lulus dari pendidikan menengah atas, ia melanjutkan pendidikan di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Kemudian belajar di Wallstreet English Institute. Kemudian menamatkan belajarnya bidang Ilmu Antropologi di Program Pascasarjana Universitas Indonesia.

Ia termasuk kolumnis yang produktif. Berbagai tulisan opini dan puisinya banyak di muat di media massa nasional, seperti Harian Kompas, Republika, dan Media Indonesia dll. Beberapa karyanya yang telah diterbitkan di dalam buku. Ia juga menyunting beberapa buku, di antaranya, Mengenang Sang Maha Guru Politik; Prof. Dr. Bahtiar Effendy (UMJ Press), Wajah Kemanusiaan di Era Wabah dan Mencari Negarawan, 86 Tahun Ahmad Syafii Maarif (Penerbit JIB), Karsa untuk Bangsa 66 Tahun Azyumardi Azra (Penerbit Buku Kompas) dan beberapa buku lainnya.

Di dunia penerbitan, David Krisna Alka pernah menerbitkan Jurnal Moderat, Jurnal Referensi, dan menjadi redaktur di berbagai media. Kini, ia menjadi Pemimpin Redaksi Geotimes, pendiri kanal JIBPost yang didirikan oleh Jaringan Intelektual Berkemajuan (JIB), peneliti senior MAARIF Institute, dan juga tenaga ahli Dewan Pers. Ia juga bergiat sebagai Wakil Sekretaris Lembaga Seni dan Budaya PP Muhammadiyah, Ketua Biro Media dan Publikasi KNTI dan Menteri Komunikasi dan Informasi DPP LUMBUNG INFORMASI RAKYAT (LIRA) PERIODE 2022 – 2027. Ia dapat dihubungi melalui surel davidkrisna@gmail.com.

References

Ahmad Syafii Maarif, Ranah Gurindam dalam Sorotan. Jakarta: Penerbit JIB Post, 2022

--------------------------, Barat dan Timur. https://www.republika.id/posts/36367/barat- dan-timur

Bernarda Rurit, WS Rendra Terima Gelar Honoris Causa dari UGM. https:// nasional.tempo.co/read/118576/ws-rendra-terima-gelar-honoris-causa- dari-ugm#google_vignette

Dimas Wahyu Indrajaya, Sejarah Hari Ini (31 Oktober 1926) - Melawan Corak Pendidikan Belanda Lewat INS Kayutanam. https://www. goodnewsfromindonesia.id/31/10/2020/sejarah-hari-ini-31-oktober- -1926melawan-corak-pendidikan-belanda-lewat-ins-kayutanam.

David Krisna Alka, Seni Buya Syafii. Harian Kompas, 26 Agustus 2023.

Herdi Sahrasad, Buya Syafii Maarif dalam Kenangan. https://teropongmetro.com/28/05/2022/buya-syafii-maarif-dalam-kenangan/

Zaim Ahya, Ketika Buya Syafi’i Menulis Filsuf Iqbal. https://takselesai.com/02 /06 /2020/ketika-buya-syafii-menulis-filsuf-iqbal/

Kepergian WS Rendra. https://www.inilah.com/kepergian-ws-rendra

Rendra: Saya Sangat Bahagia. https://nasional.kompas.com/read/2009/08/08/05262330/index-html?page=all.

Downloads

PlumX Metrics

Published

09-01-2024

How to Cite

Alka, D. K. (2024). Pada Mulanya Ayah, Lalu Buya, Kemudian Iqbal, Akhirnya W.s. Rendra. MAARIF, 18(2), 72–82. https://doi.org/10.47651/mrf.v18i2.230