Pendidikan SKI yang Membebaskan: Reaktualisasi Kosmopolitanisme Buya Syafii Melalui Sinergi Baitul Hikmah Digital di Madrasah Non-Unggulan
DOI:
https://doi.org/10.47651/mrf.v21i1.307Keywords:
Baitul Hikmah Digital, Madrasah, Buya SyafiiAbstract
Integrasi Baitul Hikmah Digital dan teknik reading with purpose di madrasah non-unggulan merupakan manifestasi nyata dari upaya membumikan pemikiran Buya Syafii Maarif mengenai keadilan epistemologis dan teologi pembebasan. Reaktualisasi gagasan "Islam Kemanusiaan" yang diperjuangkan Buya tidak lagi bersifat normatif, melainkan mewujud dalam praksis instruksional yang berani mendobrak kasta mutu pendidikan. Dengan memposisikan AI sebagai alat emansipasi—bukan komoditas kemewahan—kita sedang melanjutkan misi profetik Buya dalam membebaskan kaum mustadh'afin dari belenggu ketidaktahuan struktural.
Melalui pendekatan ini, madrasah non-unggulan bertransformasi menjadi ruang dialektis yang kosmopolitan, di mana nalar kritis siswa diasah bukan untuk terjebak dalam romantisme masa lalu, melainkan untuk merumuskan solusi atas krisis kebangsaan dan kemanusiaan hari ini. Inilah bentuk kesetiaan intelektual yang paling otentik terhadap warisan Buya Syafii: bahwa pendidikan Islam harus selalu bergerak melampaui sekat-sekat dogmatis, berpihak secara radikal pada kelompok yang terpinggirkan, dan senantiasa menyalakan lilin pencerahan dari pinggiran, guna memastikan bahwa setiap anak bangsa, terlepas dari latar belakang ekonominya, memiliki akses yang sama untuk menjadi subjek aktif dalam sejarah peradaban masa depan yang lebih adil, moderat, dan inklusif.
Downloads
References
Al-Khalili, J. (2011). The House of Wisdom: How Arabic Science Saved Ancient Knowledge and Gave Us the Renaissance. New York: Penguin Press.
Anwar, K. (2015). Transformasi Pendidikan Islam: Strategi dan Metodologi Pembelajaran di Era Kontemporer. Jakarta: Rajawali Pers.
Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium Ketiga. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Freire, P. (2000). Pedagogy of The Oppressed. New York: Continuum.
Maarif, A. S. (2009). Islam dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan: Sebuah Refleksi Sosio-Keagamaan. Jakarta: Mizan.
Maarif, A. S. (2015). Politik Identitas dan Masa Depan Pluralisme di Indonesia. Jakarta: Pusat Data dan Analisis Tempo.
Maarif, A. S. (2019). Membumikan Islam: Dari Romantisme Masa Silam Menuju Islam Masa Depan. Yogyakarta: IRCiSoD.
Nuryatno, M. A. (2011). Mazhab Pendidikan Kritis: Menyingkap Relasi Kuasa dalam Pendidikan. Yogyakarta: Resist Book.
Paul, R., dan Elder, L. (2006). The Miniature Guide to Critical Thinking Concepts and Tools. Dillon Beach: Foundation for Critical Thinking.
Radjou, N., dan Prabhu, J. (2015). Frugal Innovation: How to do More with Less. London: Economist Books.
Ritzer, G. (2012). The McDonaldization of Society. Thousand Oaks: Pine Forge Press.
Saliba, G. (2007). Islamic Science and the Making of the European Renaissance. Cambridge: MIT Press.
Sweller, J. (2011). Cognitive Load Theory. Psychology of Learning and Motivation, 55.






